Guru di Banten Protes Tunjangan Tambahan Dihapus, Andra Temui Massa

7 months ago 18
situs winjudi online winjudi winjudi slot online winjudi online Daftar slot gacor Daftar situs slot gacor Daftar link slot gacor Daftar demo slot gacor Daftar rtp slot gacor Daftar slot gacor online terbaru Daftar situs slot gacor online terbaru Daftar link slot gacor online terbaru Daftar demo slot gacor online terbaru Daftar rtp slot gacor online terbaru slot gacor situs slot gacor link slot gacor demo slot gacor rtp slot gacor informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online hari ini berita online hari ini kabar online hari ini liputan online hari ini kutipan online hari ini informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat situs winjudi online

Serang -

Massa dari guru mendatangi Gedung Negara Provinsi Banten untuk berdemonstrasi meminta kejelasan soal tunjangan tambahan (tuta) yang tak dibayarkan. Sudah sekitar enam bulan tuta tidak dibayarkan oleh Pemprov Banten kepada para guru.

Massa dari Aliansi Guru Pendidikan Provinsi Banten berdemo di depan gerbang Gedung Negara, yang juga merupakan rumah dinas Gubernur Banten, sambil membawa spanduk tuntutan mengenai tuta. Selain itu, ada tuntutan soal pengangkatan pengawas sekolah dan pengangkatan guru honorer.

Sepuluh perwakilan dari massa bertemu dengan Gubernur Banten Andra Soni, Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Lukman, dan beberapa pejabat Pemprov lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan itu, koordinator lapangan (korlap) aksi, Martin Al Kosim, menyampaikan soal tuta yang belum dibayar selama enam bulan. Ia meminta kejelasan terkait tunjangan tersebut karena Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Tuta belum dicabut.

"Kita di sini sama-sama mencari solusi. Tuta sudah lima bulan belum terbayar," ujarnya di depan Andra Soni.

Pertemuan tersebut tidak mencapai sebuah keputusan, namun akan diagendakan forum lanjutan pada Kamis (10/7). Dalam pertemuan itu, Andra berharap ada solusi dan pembahasan mengenai kesejahteraan guru.

"Coba cek kondisi keuangan kita, coba dikaji. Kalau kita bisa tambah tunjangan untuk profesi lain, kenapa tidak ke guru," ujar Andra.

Sementara itu, Plh Sekda Deden menjelaskan bahwa tuta dihapus karena aturan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2025. Aturan itu menyatakan guru tak boleh menerima tunjangan tambahan.

"Ada Permendikbud Ristek, bahwa (jabatan) wakil kepala sekolah, terus ke bawah, itu tupoksi para guru, sehingga tak diperkenankan lagi dapat tunjangan tambahan," ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, Gubernur memerintahkan jajarannya untuk mengkaji kebijakan lain yang bisa menambah pemasukan bagi para guru.

"Sebetulnya Pak Gubernur langsung aware, kalau tuta nggak ada, pendapatan guru drastis turun," katanya.

"Itulah yang beliau tugaskan kepada kami sejak beberapa bulan lalu, untuk memikirkan dan mencari jalan keluar terkait penambahan pendapatan selain tuta yang dihapuskan tadi," ujarnya.

(aik/azh)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Read Entire Article