Korsel Angkat 3 Isu Penting di Keketuaan MIKTA 2025, Tekankan Upaya Perdamaian

7 months ago 20
situs winjudi online winjudi winjudi slot online winjudi online Daftar slot gacor Daftar situs slot gacor Daftar link slot gacor Daftar demo slot gacor Daftar rtp slot gacor Daftar slot gacor online terbaru Daftar situs slot gacor online terbaru Daftar link slot gacor online terbaru Daftar demo slot gacor online terbaru Daftar rtp slot gacor online terbaru slot gacor situs slot gacor link slot gacor demo slot gacor rtp slot gacor informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online hari ini berita online hari ini kabar online hari ini liputan online hari ini kutipan online hari ini informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat situs winjudi online

Jakarta -

Korea Selatan mengangkat tiga isu penting dalam keketuaan forum konsultatif negara-negara middle power MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia). Salah satu yang ditekankan Korsel yaitu mengenai upaya pembangunan perdamaian.

Hal itu disampaikan Chung Eunsook, Emeritus Senior Fellow of the Sejong Institute of The Republic of Korea, dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community Indonesia bekerja sama dengan The Korea Foundation dalam program Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea 2025.

Hadir juga sebagai pembicara yaitu Direktur Pembangunan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri Indonesia, Tri Purnajaya; Kuasa Usaha ad Interim Kedutaan Besar Meksiko untuk Indonesia Alonso Martin; Executive Director of Asia‑Pacific Development, Diplomacy & Defence Dialogue, Mellisa Conley; dan Associate Professor Department of Asian Studies of Institute for Area Studies of Social Sciences University of Ankara (SSUA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara dibuka dengan sambutan dari pendiri FPCI, Dino Patti Djalal. Dia berbicara mengenai relevansi MIKTA dan peran penting negara-negara kekuatan menengah di tengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian.

Kuasa Usaha ad Interim Kedubes Korsel untuk Indonesia, Park Soo-deok, juga menyampaikan mengenai pentingnya MIKTA sebagai forum konsultatif informal. Dia berharap dengan kolaborasi, negara-negara anggota MIKTA dapat memperkuat perannya sebagai kekuatan menengah dalam urusan global.

"Kita berkumpul di sini untuk mengeksplorasi bagaimana MIKTA dapat memperkuat perannya di tengah lanskap geopolitik global yang semakin kompleks, ditandai oleh rivalitas antar kekuatan besar yang kian intens dan berbagai konflik yang sedang berlangsung," kata Park soo-deok di Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Setelah itu, Chung Eunsook menyampaikan paparannya mengenai 3 prioritas Korsel dalam kepemimpinannya di MIKTA 2025 yang meliputi peace building (membangun perdamaian), youth engagement (keterlibatan pemuda), dan percepatan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Mengenai isu pertama, Chung mengatakan Korsel merupakan pendukung setia upaya perdamaian PBB dengan penekanan pada pemberdayaan perempuan dan pemuda di wilayah terdampak konflik.

Dia menyampaikan Korsel pernah menjadi Ketua Komite Organisasi Peacebuilding Commission pada 2017 dan wakil ketua pada 2016. Selain itu, Korsel juga menjadi anggota komisi tersebut untuk periode 2023-2025.

"Saya pikir, sebagai kelompok kekuatan menengah yang proaktif, anggota MIKTA membawa pengalaman berharga dalam pencegahan konflik, pemulihan pasca-konflik, dan proses perdamaian yang inklusif," ujar Chung.

Chung juga berbicara mengenai pentingnya keterlibatan pemuda dalam mengatasi tantangan global yang kompleks. Menurut dia, pemuda memainkan peran kunci dalam membangun masyarakat yang inklusif dan tangguh.

"Sejak awal MIKTA, Korea telah memprioritaskan keterlibatan pemuda melalui MIKTA Young Leaders Program tahunan. Saya bangga atas hal ini. Ini langkah yang baik untuk melibatkan pemuda dalam diplomasi kekuatan menengah kita," imbuh dia.

Terakhir, Chung menekankan mengenai perlunya percepatan implementasi SDGs. Dia menilai upaya dunia dalam pencapaian SDGs 2030 belum menunjukkan progres. Dengan hanya lima tahun lagi tersisa, dia mendorong kembali semangat seluruh negara untuk pencapaian target SDGs.

"Tahun ini SDGs menjadi prioritas utama, dan MIKTA bisa memainkan peran penting dalam mempercepat pelaksanaannya," kata dia.

Tonton juga "Gelar Master Eks Ibu Negara Korsel Dicabut: Terkonfirmasi Plagiat" di sini:

(knv/fjp)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Read Entire Article